Serba-serbi SMPN2 Semarang

17.54

Sejarah SMPN 2 Semarang

Masa Penjajahan Belanda

Tahun 1906 kota Semarang dibawah kolonial Hindia Belanda resmi menjadi “gemeente” (kota praja) dengan wewenang otonomi penuh. Seiring dengan otonomi tersebut, dibangunlah sarana pemerintah termasuk sekolahan.
Di kota Semarang waktu itu terdapat 2 Sekolah Menengah Pertama yang disebut dengan M.U.L.O I (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) yang terletak di jalan Pandean Lamper No. 2 (sekarang Brigjen Katamso No. 14) dan M.U.L.O II yang terletak di jalan Pendrikan (sekarang jalan Imam Bonjol), diperkirakan dibangun tahun 1920-an menjadi tempat pendidikan yang dimiliki pemerintah kala itu. Mengajarkan bahasa Belanda, Inggris, Melayu, Kebudayaan Barat, dan Olah Raga lebih intensif.

Masa Pendudukan Jepang

Maret 1942, perang Pasifik pecah, dan tentara Dai Nippon menyerbu Asia Tenggara. Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat, Jepang mendarat di Pantai Kragan Rembang dan masuk kota Semarang. Pengambilalihan sarana pemerintahan dilakukan terus berangsur-angsur dengan dibantu pemuda-pemuda.
M.U.L.O I berubah namanya menjadi Dai ichi tyu gakko (SMP I) tempat tetap di Jl Pandean Lamper No.2 untuk kelas 2 dan 3, sedang kelas I di Jalan Sidodadi Barat (S.K.P./S.M.K.K./ sekarang SMK Negeri 6). Terdapat kemajuan dalam dunia pendidikan. Sekolah M.U.L.O I mengajarkan bahasa Indonesia, Kyoren (latihan kemiliteran), dan kesenian

Masa Kemerdekaan 1945 sampai sekarang

Setelah proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 oleh Bung Karna dan Bung Hatta, beberapa hari kemudian terdengar sampai Semarang, Mr. Wonsonegoro menyampaikan maklumat tersebut, kemudian dia diangkat menjadi Gubernur Jawa Tengah. Suasana peralihan dari pemerintah Jepang kepada Indonesia tidak berjalan lancar, sehingga masih dibutuhkan perjuangan dari pemuda. Pemuda yang berusia 16 tahun direkrut masuk “Seinendan” (latihan kemiliteran). Kemudian para pelajar di Semarang membentuk “Gekkutotai” (satuan pelajar yang dididik kemiliteran. Berbagai peristiwa pertemuran di Semarang dipelopori oleh pelajar termasuk Pertempuran 5 hari.
Pada masa Itu M.U.L.O. I / Dai ichi tyu gakko berubah namanya menjadi SMP I Pandean Lamper, dimana pelajar selain belajar menuntut ilmu, juga turut mengangkat senjata. Kemudian untuk menghimpun kekuatan dan persatuan , para pelajar kota Semarang membentuk GASEMSE (Gabungan Sekolah Menengah Semarang). Perjuangan pelajar mendapat dukungan BKR (tentara) bersama-sama mengangkat senjata mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia, sehingga terbentuklah Pasukan T Ronggolawe.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Flickr Images